Sinopsis : Itazura Na Kiss, Love in Tokyo – Ep. 1


Sinopsis : Itazura Na Kiss, Love in Tokyo – Ep. 1

EPISODE 1 : CINTA DAN BINTANG JATUH

Kotoko dikamarnya belajar dan mendengarkan siaran radio “Kiss In Tokyo”

Kiss In Tokyo
Malam ini kami bawakan lagi “Kiss In Tokyo”
Aku Tama, yang malam ini akan jadi penyiarnya.
Silahkan mendengarkan acara ini sampai jam 4 (pagi) bersama kami.
Beberapa waktu yang lalu aku pergi ke Peramal dan mereka berkata padaku,
Aku akan menemukan cinta dalam waktu dekat ini… yeahh aku senang.
Tapi mereka juga berkata
“jika kau menutup hatimu pada saat yang salah, kau akan kehilangan kesempatanmu”
Itu tak boleh terjadi , yang aku butuhkan adalah keberanian untuk mengungkapkan perasaanku
Tapi, sebuah pengakuan bukankah membutuhkan keberanian yang besar?
Apa kalian punya pengalaman yang sama?
untuk itu malam ini aku ingin kalian tetap mendengarkan
dan ceritakan padaku tentang episode pernyataan cinta kalian.

kotoko menguap dan meregangkan tangannya.

Kau yang disana! Ini bukan saatnya menguap.
Kau harus menunggu episode menghibur dan menghangatkan hati ini.
Cepatlah kirim padaku kisahmu.
Sekarang persiapan untuk besok,
Lihatlah hujan meteor Kotoza.
Jarang terjadi hujan meteor yang cantik ini di Tokyo.
Seperti yang kalian tau,
jika kau membuat harapan saat bintang jatuh ini,
harapanmu akan jadi nyata kan?
Apa kau tak dapat menyatakan perasaanmu?
Mengapa tak kau coba ungkapkan impianmu itu pada hujan meteor yang berkilauan itu?

Kotoko berjalan ke jendela kamarnya, ia membuka tirai dan melihat ke langit malam.

“Tolong biarkan perasaanku sampai pada Irie-kun.”
Doa Kotoko, tanpa ia sadari sebuah meteor melintasi langit gelap itu.

Kotoko berangkat pagi sekali saat teman-temannya masih sedikit yang datang. Ia bersembunyi di halaman parkir sepeda sekolah. Dari tempat itu ia melihat sekelilingnya dengan sembunyi-sembunyi.

Teman-temannya mulai berdatangan dan kotoko tetap menunggu di parkiran sepeda. Sampai akhirnya ia melihat sosok cowok ganteng lewat pagar sekolah. Kotoko tersenyum senang melihatnya tapi ia tetap melihat dari jauh.

“irie Naoki – sama”

“Hello Irie-kun. Aku Aihara Kotoko dari Kelas F. kau mungkin tak mengenalku, tapi aku mengenalmu. Sudah 2 tahun sejak aku jatuh cinta pada kerennya kamu dan pintarnya kamu saat upacara masuk SMA Tonan. Aku tak punya harapan untuk bisa masuk ke kelas yang sama denganmu jadi aku putuskan untuk memberi pernyataan perasaanku melalui surat ini. Sejak aku bertemu denganmu, aku merasa seperti aku tertimpa bintang jatuh (wadohhh.. amit-amit.. :P). perasaan baru dan spesial ini berkembang didalamku.”

Kotoko dan beberapa cewek yang menyukai Naoki melihat cowok itu sedang bermain tenis. Mereka menonton sambil tersenyum-senyum menatap wajah Naoki.

Keluar dari parkir sepeda, Kotoko membawa surat ditangannya. Ia gelisah dan ia mengambil nafas dalam-dalam. Ia melangkah pelan-pelan didepan gerbang sekolah menunggu Naoki.

Ia berjalan mendekati Naoki yang akan masuk ke halaman sekolah. Beberapa murid yang datang langsung memperhatikan tingkah Kotoko yang menghadang naoki itu.

“permisi..” kata Kotoko grogi.

Naoki terkejut dan berdiri memperhatikan kotoko. “kau siapa?”

Kotoko semakin grogi, ia tak berani menatap wajah naoki saat menjawab cowok itu. “aku Aihara Kotoko dari kelas F. maukah kau membaca surat ini?” ucap kotoko gemetar menyerahkan suratnya pada Naoki.

Naoki menatap surat yang terulur padanya itu. “aku tak mau menerimanya” jawab angkuh Naoki meninggalkan Kotoko.

Kotoko terkejut dan terbengong ditempatnya berdiri. Angin meniup kencang membuat surat yang dibuatnya terbang. “cintaku terbang begitu saja”

Suratnya terbang jatuh tepat dikaki Naoki dan surat itu terinjak kaki Naoki.

“tapi mulai saat ini keajaiban akan terjadi”

Kotoko melangkah lesu menuju ruang kelasnya. Disepanjang halaman sekolah ia mndengar teman-temannya berbisik-biisik mmbicarakan pernyataan cintanya pada Irie. Ada yang menganggap Itu suatu kejadian yang memalukan. Ada yang bilang klo Kotoko (kelas F) tidak tau diri karena mencintai Irie kun cowok kelas A (kelas anak Pintar). Saking kesalnya Cuma membicarakan tentang dirinya Kotoko berteriak kesal “tinggalkan aku sendiri!!!”

Kotoko segera mempercepat langkah menuju kelasnya. Ia bertemu dengan 2 sahabatnya Jinko dan satomi

“Kotoko kau menyatakan cinta pada Irie-kun?”Tanya Jinko.

“jinko, jangan bicara keras-keras.” Kata Kotoko “tapi bagaimana kau tau?”

“surat cinta di depan pintu masuk itu mencolok sekali! Berita sudah menyebar seantero sekolahan”. Sahut satomi

“Memalukan sekali. Itu seperti… kau mengharapkan mereka bergosip tentangmu. ” sahut Jinko

“apalagi cowok itu adalah Irie-kun” satomi menimpali

“kau ini benar-benar masochist (seorang yg suka menderita)? Sudah tentu kau akan ditolaknya” kata Jinko.

“aku pikir mungkin masih ada sedikit kesempatan. Aku terus berpikir, “bagaimana jika dia menyukaiku juga?”

“hahh.. tidak mungkin aka nada kesempatan seperti itu! Dia itu Irie Naoki!” teriak Jinko kesal pada Kotoko sampai mendorongnya.

“seperti kau tau, kelas kita dipisah sesesuai dengan kemampuan berpikir”

Suara Kotoko “meski di kelas A , Irie Naoki menjadi juara pertama kelasnya. Bahkan ia ranking 1 nasional. Rumornya dia punya IQ diatas 200. Dia terlahir genius dengan wajah seperti itu. Ditambah ayahnya adalah pemilik perusahaan.

“dia mahir bahasa inggris juga. Dia atlet juga. Dia benar-benar “super boy” sebaliknya kita kelas F. dengan kata lain kita sampah (kesalahan). Kalian tinggal didunia yang berbeda.” Ucap satomi

“tapi aku juga berusaha keras” jawab Kotoko “aku mencoba sebisanya untuk bisa masuk kelas A selama 2 tahun ini. “

Kedua temannya menghentikan langkahnya. Kotoko heran “ada apa?”

“hey kotoko.. kau tau alpabet kan?”

Kotoro mengangguk “iya tentu saja.”

Sekarang kau hitung, ada berapa huruf dari A ke F?” tanya Jinko.

Dengan polosnya Kotoko benar-benar menghitung dengan tangannya.

“A B C D E F” kotoko menghitung dengan tanganny

“Ya itu benar.. keajaiban jika kau dari kelas F masuk ke kelas A! itu lebih seperti kau menang lotere.’

“itu seperti salju ditengah musim panas!” seru Jinko.

“lebih seperti tertimpa bintang jatuh” gumam Kotoko.

“eihhh apa?” tanya kedua temannya tak jelas dengan perkataan Kotoko.

“ahh.. nan demo nai (tidak apa-apa)” jawab Kotoko.

“lagian kau dan Irie hidup didunia yang berbeda. Kau mengerti?” ucap Jinko

“aku tau, tapi aku ingin perasaanku ini sampai ke Irie-kun sebelum hari-hari di SMA selesai.

“naif!” teriak kedua temannya kesal.

Setiap harinya banyak gadis-gadis yang berbaris disepanjang jalan dekat sekolahnya, hanya karena ingin bertemu Naoki. Mereka memberikan barang, surat pada Naoki tapi taka da satupun yang diterimanya.

“irie mungin cool, tapi dia terkenal dengan kepribadian yang sulit. Dia bahkan sepertinya tidak tertarik pada gadis-gadis. Jumlah gadis yang sudah “dibunuh(tolak)” banyak sekali. Sejak SMA tidak ada isu mengenai hubungan cintanya.”

Gadis yang sudah menyatakan cinta pada Naoki: 29.999, yang sudah di tolak : 29.999.

“dia dikelas 3 sma tapi tidak tertarik pada gadis-gadis itu sangat aneh. Dia tidak normal!”

“ia benar. Diluar sana masih ada cowok normal untukmu kotoko” kata jinko

Kotoko dan kedua sahabatnya masuk ke dalam kelas kotoko. Teman-temannya langsung heboh dengan pernyataan cinta kotoko tadi. Mereka lalu duduk dibangku sekitar bangku Kotoko.

“kotoko! Eh kotoko” teriak seorang anak laki-laki berlari mendekati kotoko dan menggoncang-goncangkan badan Kotoko “apakah benar kau mengajak kencan Irie kun dari kelas A dan kemudian ditolak? Benarkah.. benarkah.. ?” teriaknya pada Kotoko

“Kin-chan kau terlalu dekat!” teriak Kotoko

“kau suka dengan orang aneh itu? Padahal kau punya aku” ucap Kin-chan

“aku tak pernah bilang klo aku milikmu.” Bantah Kotoko.

“padahal sepanjang pagi ini aku membuatkan untukmu special Takoyaki-ku” Kotoko langsung senang mendengarnya “aku mau makan” seru kotoko. “ahh kin-chan takoyaki”

Kedua teman Kin-chan langsung membuka perbekalan yang sudah disiapkan. Kotoko dan kedua sahabatnya juga tak sabar makan takoyaki. Begitu bekal dibuka kotoko langsung menyerbu makanan it. “Itadakimasu!” kedua temannya juga ikut ambil takoyaki itu.

“masak adalah satu satunya keahlian Kin-chan ya”

“hah apa maksudmu satu-satunya?!” bentak Kin-chan kesal. “aku tak akan menyerah pada siapapun jika itu berhubungan dengan perasaanku pad kotoko. Aku tak peduli jika dia dari klass A atau dia genius. Aku tak akan kalah pada Irie itu. Aku tak akan maafkan dia karena menolak Kotoko! Ini berarti dia menantangku! Dia terlalu sombong”

“itu bukan masalah buatku. Kalian benar aku terlalu gegabah. Seseorang yang tidak mau membaca suratku berarti dia laki-laki yang tidak baik. Aku tidak pintar membaca karakter orang. Aku akan baik-baik saja. Aku akan menyerah saja. ”

Kin-chan terlihat senang denga keputusan kotoko itu. Kotoko menguap didalam kelas membuat Jinko bertanya apa yang dilakukannya semalam sampai seperti itu. Kotoko menjawab klo demi membuat surat itu, ia harus belajar menullis namanya dalam kanji dengan benar. “bahkan pagi ini aku belum makan pagi. Untung ada makanan Kin-chan. Dengan ini aku bisa tahan sampai klass siang nanti.” Kata Kotoko. Tersenyum.

Kin-chan melihat kotoko yang sudah mulai tersenyum ceria lagi “ kotoko kau terlihat sempurna dengan senyuman diwajahmu. Aku akan membuatkanmu Takoyaki sebanyak yang kau inginkan. Cepatlah kembali ke dirimu yang biasanya.” Ucap Kin-chan sambil menyentuh poni kotoko.

Kedua sahabat Kotoko terus ikut makan Takoyakinya kotoko. “kalian berdua sudah makan terlalu banyak!” kata kin-chan marah. Lalu kedua sahabat kotoko dan sahabatnya membuat gerakan lucu/imut “te-he”

Kin-chan tidak jadi marah dan berkata “itu sangat imut”

Pulang sekolah Kotoko menunggu Jinko untuk pulang bersama tapi kedua shabatnya itu blom selesai dengan urusan sekolah. Kotoko membuka tasnya dan melihat surat yang tadi akan diberikan pada Naoki. Ia sedih menatap surat yang sudah susah dibuatnya itu tapi sama sekali tidak dibaca Naoki.

“kotoko maaf,, aku tadi dipanggil guru”
“jangan kuatir, aku tak menunggu lama.”
“ayo pulang”
“ya”
“oh ya kau akan tinggal dirumah baru kan? Tanya jinko.
“iya, hari minggu kami aku pindah”
“ahh akhirnya kau akan punya rumah sendiri. “kotoko
“iya merubah tempat tinggal akan merubah keberuntunganmu. Aku yakin hal baik akan terjadi”
“iya benar aku percaya itu”
“I belive”
“I believe. “
Aku akan dtang ke tempatmu untuk membantu kotoko”
“oh arigatou”

Hari minggu saat Kotoko pindah rumah, Jinko, satomi, ayah dan kotoko sedang memindahkan barang dari truk jasa pindahan. Kin-chan cs (Dozou & Gintaro ) datang untuk membantu juga.

“kotoko aku disini!” teriak Kin-chan. “kalian berdua ayo bantu kotoko” kata Kin-chan pada sahabatnya, Dozou dan Gintaro .

Kotoko berlari melompat menemui Kin-chan. “ohayooo” sapanya ramah.
“terima kasih sudah datang membantu” ayah datang menyambut kin-chan

“ayah” sapa Kin-chan sok ramah “kami.. saya akan lakukan apapun untuk Kotoko. Saya Ikezawa Kinnosuke” Kin-chan mengenalkan dirinya

“saya Gintaro”
“saya Douzo” Ucap kedua sahabat Kin-chan.

‘kalian berdua tak perlu melakukan itu” kata Kin-chan pada kedua temannya. Ia mau sok akrab dengan calon mertuanya makanya ia tak mau temannya ikut-ikut dia.

“ayah, kau bisa menyuruhku bekerja keras seperti pada anakmu” Kin-chan coba cari muka tuh.. hehhe

“kin-chan, berhenti “menjual” dirimu, pindahkan saja box-box ini” sahut ayah tak peduli dengan omongan Kin-chan itu.

“baik” jawab kin-chan dan mengajak kedua temannya mengangkat barang-barang kotoko.

Jinko berjalan bersama kotoko ke mobil barang milik ayah “kin-chan yang mnyuruh semua datang. Setelah semua yang terjadi dengan Irie, dia ingin memberikan semangat padamu” kata Jinko

“oh begitu..” keduanya lalu memindahkan box ke lantai 2.

Pekerjaan sudah selesai, box sudah masuk ke dalam rumah semua. Truk pengangkut juga sudah meninggalkan rumah Kotoko. Semua menatap gedung rumah baru Kotoko dan mengagumi rumah besar itu.

“ini benar-benar rumah yang besar ayah” kata Kin-chan

“aku sudah membuat istriku dan kotoko melalui banyak hal tapi akhirnya dengan bekerja keras kita punya rumah sendiri” ayah terharu menangis

“hentikan itu ayah, jangan didepan semua orang” kata Kotoko meli hat ayahnya yang hamper menangis. Kin-chan yang lain ikut terharu melihatnya.

“pasti akan tambah berat saat kotoko pergi dan menikah” lanjut ayah.

“semua akan baik-baik saja. Aku akan selalu jadi pengantinmu. Ayah mulai saat ini, anggap aku sebagai anakmu yang sesungguhnya. Tolong panggil aku Kin-chan” kata kin-chan bersungguh-sungguh.

Ayah tidak menanggapi omongan kin-chan, ia menatap teman-teman kotoko “terima kasih atas bantuan kalian semua jadi pekerjaan bisa cepat selesai. Ayo kita makan, hari ini aku akan menunjukkan ketrampilnku” . ayah kotoko adalah seorang koki jadi dia pintar memasak.

“yayy.. “ semua berteriak senang. Mereka berjalan untuk masuk kedalam rumah..

“Tunggu dulu” kata kotoko mencegah semuanya masuk. “apa kalian mendengar suara aneh?” Tanya kotoko. Semua langsung pasang telinga mendengarkan tapi mereka tak mendengar apa-apa.

“tidak, itu hanya imajinasimu” jawab jinko dan yang lain. Kotoko bingung mencari sumber suara dari segala arah. “aku punya perasaan buruk tentang ini”

“apa maksudmu itu?” kata Kin-chan menertawakan Kotoko.

Kotoko melihat kearah langit. Ia melihat sebuah sinar berkilap-kilap dilangit. “bintang jatuh” teriak kotoko.

“tidak mungkin” kata teman-temannya melihat kearah yang dilihat kotoko.

“disiang hari seperti ini??” gumam semuanya. Mereka semua melihat sinar itu melesat keangkasa dengan cepat dan tiba-tiba melayang kearah mereka dan jatuh diatap rumah kotoko. Dalam sekecap saja rumah kotoko yang baru mau ditempati langsung ambruk tak berbentuk lagi!

Mereka semua shock melihatnya “aku tertimpa bintang jatuh” gumam kotoko shock.

Berita ambruknya rumah kotoko yang terkena meteor itu langsung masuk berita nasional. Ayah kotoko juga diwawancarai beberapa stasiun televisi.

Dari beberapa ahli klo ambruknya rumah kotoko itu karena jeleknya kontruksi bangunan rumah kotoko yang baru itu bukan karena meteor sebesar 3 cm itu.

Karena tidak punya tempat tinggal kotoko dan ayah tinggal di restaurant ayahnya. Dan terpaksa mereka menutup restaurant itu untuk sementara waktu.

“semangatlah ayah”

“kita akhirnya bisa punya rumah itu karena bekerja keras setiap hari.”jawab ayah lesu

“kita kan bisa bekerja lagi untuk mendapatkannya lagi” kata kotoko memberi semangat ayahnya.

“bagaimana kau mengharapkanku dapat menjalankan restaurant ini saat situasi seperti ini? Kita juga tak bisa menyewa apartement kecil karena aku sudah menghabiskan semua tabungan pada rumah itu. Maksudku jika itu karena kebakaran maka aku akan memahaminya. Tapi karena hujan meteror? Kita tak akan mendapatkan asuransinya. Kita benar-benar tidak beruntung ya. ”

“itu tidak benar. Kita beruntung. Benar-benar beruntung. Maksudku jika itu jatuh saat kita sudah didalam maka kita semua sudah mati.” Ucap kotoko berpikir positif “ meski jika kita terluka saja itu sudah cukup membuatmu tidak bisa bekerja lagi sebagai koki! Jika demikia restaurant benar-benar akan tutup, benarkan? Tapi disinilah kita tanpa luka. Kita harus bersyukur, kita beruntung kan?” lanjutnya tertawa melihat ayahnya.

Ayah tersenyum “ aku mulai merasa kau mulai mirip ibumu. Ibumu juga orang yang santai. “

““santai “ apa bisa diganti kata lain?” kata kotoko tertawa “ tapi aku heran dengan keajaiban rumah kejatuhan sebuah bintang jatuh?”

“mengapa kau menyebutnya bintang jatuh?”

“yah daripada mengatakan klo kita korban kejadian itu, lebih baik kita menyebutnya kejatuhan bintang jatuh, itu lebih terdengar romantic” jawab kotoko. “tidak kah kau berpikir sesuatu yang special dan menakjubkan akan dimulai?”

“hezzzz.. kau benar-benar mirip ibumu” ejek ayahnya. Keduanyapun tertawa.

Telepon di restaurant berbunyi dn itu adalah telepon dari teman ayahnya yang dipanggil “irie chan “ oleh ayahnya.

Saat berangkat sekolah kotoko melihat mereka membicarakan rumah dirinya yang ambruk itu. Jinko dan Satomi datang menyusul langkah kakinya. “kotoko, kau jadi pusat perhatian setiap hari.” Bisik jinko.

“yang penting apakah kau sudah punya tempat tinggal? Apa kalian baik-baik saja?” Tanya satomi.

“thanks. Sepertinya kami akan tinggal dirumah sahabat ayahku”

“benarkah? Wah luar biasa kau bertemu seseorang untuk diajak tinggal bersama dengan cepat” sahut Satomi.

“iya dia melihat berita itu dan langsung menelpon kami” jawab Kotoko

“ahh orang yang baik hati. Baguslah! Aku yakin keberuntunganmu mulai berubah.” Kata Jinko

“benarkah? “ sahut kotoko gembira “ keadaan tertimpa bintang jatuh adalah 1 diantara berjuta. Aku berharap aku tertimpa sesuatu yang menguntungkan. Aku percaya itu akan terjadi.” Ucap Kotoko penuh harapan. “itu baru kotoko kita” kata Satomi menepuk punggung kotoko terlalu keras membuat kotoko kesakitan.

Didepan gerbang sekolahan kotoko cs terkejut melihat kin-chan meminta donasi pada teman-teman sekolahan yang akan masuk ke dalam sekolahan. Mereka meminta donasi untuk kotoko!

Kotoko mempercepat langkahnya menuju kin-chan.

“kita akan minta “donasi cinta” untuk Aihara Kotoko-chan klass 3 F karena rumahnya terkena hujan meteor kotoza kemarin. Sebagai temannya, ayao kita berikan cinta dan donasi pada kotoko. “ kata kin-chan memakai mikropon.

“benar-benar idiot. Kin-chan tidak berubah” gerutu kotoko malu dengan ulah kin-chan.

“kin-chan hentikan itu!” seru kotoko.

“kotoko ssan akhirnya datan. dia baru melalui waktu sulitnya kemarin tapi ia kembali ke sekolah sudah dengan senyum ceria diwajahnya ! ia masih terlihat kawai juga. Itu membuatku menangis” kata kin-chan masih berbicara dengan mikroponnya.

“kin-chan hentikan itu bodoh!” seru kotoko merebut mikropon ditangan Kin-han.
“apa yang kau katakan? Aku melakukan ini untukmu”
“aku tak mau ada rumor lagi tentang aku disekolah!” teriak kotoko marah.
“pada akhirnya dia mendapatkan lebih banyak perhatian sekarang ini” gumam jinko.
“saat seperti ini, rumor akan semakin bertambah” sahut Satomi.
Mereka berdua terkejut saat naoki berjalan melewati keduanya.

Naoki berjalan ke gerbang sekolahan tapi terhalang oleh Kin-chan dan teman-temannya jadi ia tak bisa lewat. “bisakah kau minggir” katanya angkuh.

“irie kun?” kotoko terkejut melihat naoki sudah dibelakangnya.

“kenapa dengan nada suaramu irie?” bentak Kin-chan tak suka mendengar nada angkuh naoki tadi. “kau pikir ini salah siapa dia terluka huh?”

Kotoko bingung melihat kedua cowok yang bertatapan garang didepannya.

“itu kan karena hujan meteor kotoza” jawab cuek naoki.

“itu masalah yang berbeda. Itu dimulai karena kau bertingkah tidak semestinya! Karena itu musibah itu terjadi pada kotoko” seru Kin-chan menyalahkan Naoki.

“wow.. itu masalah besar!” seru jinko melihat pertengkaran mereka. Satomi mengangguk setuju.

“kejatuhan pecahan dari planet lain adalah kejadian 1 dari 1juta kejadian. “

“pecahan planet lain? Apa maksudmu bintang jatuuh” sahut kotoko bingung dengan penjelasan naoki tadi.

“kau bilang klo itu kejadian 1 dari 1 juta kejadian itu adalah karena salahku?”

“iya benar!” jawab kin-chan

“kin-chan itu berlebihan” kata kotoko mencegah kin-chan perang mulut lagi dengan naoki.

Naoki menatap sekilas kotoko “ehhh berarti aku mungkin benar-benar menakjubkan”. Naoki membuka tasnya dan mengambil dompetnya. Ia mengambil uang 5000 yen dan akan memasukkannya ke kotak donasi tapi tidak jadi. Ia lalu mengajungkannya pada Kotoko “jika aku donasi, kau tak akan mengeluh lagi kan?” kata naoki.

Kotoko shock dengan perbuatan naoki yang sepertinya menghina dia. Ia menatap naoki penuh kemarahan. Ia menarik tangan naoki membuat uang yang dipegang naoki terjatuh. Kotoko mencengkram pergelangan tangan naoki “jangan mengejekku!” bentak Kotoko. Ia melepaskan tangan naoki “ aku benar-benar membuang waktuku menyukaimu selama 2 tahun ini!” sesal kotoko berapi-api. Melihat naoki yang menutup dompetnya membuatnya bertambah marah “ lebih baik aku mati dari pada menerima bantuanmu!”

“eh apa kau yakin kau berkata seperti itu?” sahut Naoki

“tentu saja! Apa kau bisa punya teman dengan kepribadian seperti itu?” kepribadiannya diungkit-ungkit kotoko, emosi naoki bangkit. Ia menatap kotoko kesal. “lihat aku! Aku punya teman banyak yang mencoba menolongku. Aku punya kin-chan, jinko dan satomi. Aku tak punya satu alasanpun untuk menerima bantuanmu!” teriak Kotoko.

‘bagus kotoko” kata kin-chan menepuk bahu kotoko senang. Naoki tertawa mengejek pada Kotoko dan langsung pergi meninggalkan kotoko.

Gintaro dan Douzo mengejar naoki dan memberikan uang donasi naoki tadi yang terjatuh. “ini kami kembalikan ini.” Naoki menerimanya dan langsung pergi dengan cueknya.

“ada apa dengannya? Hanya karena kita dari klass F” kotoko mengambil Mikropon dan berteriak “jangan perlakukan kami seperti idiot karena kami bodoh!” suara kotoko yang berbicara dengan mikropon tentu saja terdengar semua teman sekolahnya. “pada akhrnya kau jadi semakin terkenal” bisik jinko.

“kau satu satunya yang pernah bertengkar dengan Irie” bisik Satomi juga.

Kotoko langsung tersadar dari ulahnya tadi “apa yang harus aku lakukannn? Itu bukan tujuanku”

Kotoko meninggalkan sekolahnya lebih awal. Ia pergi untuk pindahan ke rumah teman ayahnya. Sampai dirumah keluarga irie, ia terkagum karena rumahnya sangat besar “ oh ini rumahnya Iri-chan.” Gumam ayah

“wah rumahnya besar”

“ya, irie chan adalah seorang president dari perusahaan besar. Dia lulus Universitas Tokyo. Dia pasti orang hebat.” Kotoko menatap sekeliling rumah keluarga irie. “tempat ini sangat luas. Kita bisa melakukan barbeque diluar sini” kotoko melihat nama keluarga di pagar dan membacanya “Irie family.. hahhh irieeee?!” ucap kotoko terkejut.

“namanya Irie jadi aku memanggilnya iri-chan.” Jawab ayahnya

“dari berbagai nama kenapa harus irie?”
“kenapa?”
“ah tidak apa-apa”
“ayo kita masuk”

Begitu mereka masuk halaman, keluarga irie langsung keluar rumah menyambutnya “Ai-chan, selamat datang! Seru Bapak Irie menyambut mereka. Bapak Irie orangnya gendut “apa yang terjadi kau terlambat “ lanjutnya

“maaf , membutuhkan waktu yang agak lama untuk memindahan barang-barang dari rumah lama”

“ah tidak apa-apa. Aku senang kau datang” sahut bapak Irie.

Kotoko berlari menemui bapak irie. Kotoko tersenyum ramah, ceria pada bapak Irie. Melihat kotoko, bapak Irie tersenyum senang juga. Kotoko tertawa terus sambil berkata “aku shock” “eihh?” Tanya bapak irie.

“ahh aku hanya bicara pada diriku sendiri saja” jawab kotoko. Ibu Irie datang menemui kotoko dan ayahnya dihalaman. Kotoko memperkenalkan dirinya. Ibu irie langsung menatap kotoko bahagia “wah kau sangat kawaii.. aku senang melihatmu karena kami hanya punya anak laki-laki semua”

“ahh kau punya anak laki-laki?”

“iya. Aku akan mengenalkanmu nanti. Ayo masuk” ajak ibu irie.

Semua masuk ke dalam rumah keluarga Irie. Dari arah tangga seorang anak lelaki menatap ke empat orang itu. Ibu irie melihat keatas tangga “hey Yui, ayo perkenalkan dirimu, ini keluarga Aihara.” Seru ibu irie.

Yuki turun dari tangga. Kotoko melihat Yuki “ahh anakmu ya.. kawaii” puji kotoko melihat Yuki.

Yuki memberi hormat pada ayah Aihara “ aku irie Yuki. Aku kelas 3 Smp”

“ayah aihara tersenyum “ahh sepertinya anak yang pintar”

Yuki memberi hormat “Yoroshiku onegashimasu”

Kotoko tersenyum membalasnya “aku juga irie kun”

Yuki melihat kotoko tidak juga dan langsung buang muka tidak suka pada kotoko.

Kotoko terkejut melihat ulah yuki. Ibu irie lalu mengajak mereka masuk ke ruang tamu. Mereka bercakap cakap diruang tamu.

Mereka bercakap-cakap diruang tamu sambil memakan roti. Bapak irie berkata klo kotoko sekarang sudah besar. Kotoko bertanya apa bapak irie pernah bertemu dengannya. Bapak Irie berkata klo ia pernah melihat kotoko saat bayi. Ternyata ayah dan bapak Irie sudah berteman dari mereka kecil. Mereka berbincang-bincang terus tentang masa lalu ayah kotoko dan bapak Irie. Mereka mendengar pintu depan sedang dibuka seseorang.

“bicara soal orang jahat, sepertinya dia datang. Kakak tertua akhirnya pulang ke rumah” kata ibu Irie tersenyum pada kotoko

“kakak tertua?” kata kotoko penasaran. Kakak yang dimaksud ibu Irie berjalan ke ruang tamu. Kotoko langsung kaget melihat kakak tertua itu adalah Naoki Irie. Saking kagetnya ia sampai terlonjak ke ayahnya.

“kenapa kau kotoko?” Tanya ayahnya
“kotoko benar-benar gadis yang energik “ kata ayah irie
Kotoko berdiri menatap naoki didepannya. Didepannya Naoki mmperkenalkan dirinya pada ayahnya.

“maaf terlambat memperkenalkan diri. Aku anak tertua, naoki. Yoroshiku onegaishimasu” sapa Naoki cool.

“aku dengar kalian berdua disekolah yang sama” kata Ibu Irie tersenyum berdiri disebelah naoki.

“oh begitukah? Klo begitu minta bantuannya ya” ucap ayah tersenyum pada Naoki. “hey kotoko ayo perkenalkan dirimu.”

Gaya Kotoko yang sedang shock mengamati Naoki benar-benar kocak banget.. hehehhe. Ia terus menatap naoki tak percaya, naokipun menatap kotoko tajam… uhh ganteng bangetttt…

Melihat kotoko yang terus menatap naoki ayah jadi penasara “kotoko apa sebenarnya yang telah terjadi?”

“hehhh? Aku hanya terkejut saja. Iri-chan san dan Irie-kun terlihat tidak mirip” jawab kotoko melihat wajah naoki dan bapak irie bergantian.. hehhehe.. bapaknya jelek anaknya capek gitu maksud kotoko.

Ayah langsung menepuk kepala kotoko “itu kasar”

Bapak iri dan ibu iri langsung tertawa melihatnya “ahh tidak apa-apa. Kedua anak laki-lakiku lebih mewarisi wajah ibunya. Mereka benar-benar beruntung kan.. hahha” tawa bapak iri yang sadar kllo anaknya mukanya ganteng-ganteng dari gen Ibu iri yang cantik.

“papa kau becanda” sahut ibu iri, ia menarik naoki untuk duduk. “ayo duduk”

Naoki bergabung dengan kotoko dan orangtua mereka untuk berbicara. Pandangan mata kotoko tidak pernah berpaling dari wajah naoki. Ayah kotoko dan bapak iri berbicara tentang kejadian jatuhnya meteor. Sementaa Naoki mendengarkan saja, ibu membuat teh untuk naoki yang bau datang. Ibu datang membawa teh.

“aku senang mendengar kotoko mengenal naoki. Apa kalian dikelas yang sama?” Kata ibu iri

“kita ada dikelas yang jauh berbeda tapi kita baru-baru ini bertemu karena adaa kejadian yang menarik (surat cinta dan donasi tentunya), iyakan Kotoko-san?”jawab Naoki santai sambil meminum tehnya dan melirik kotoko.

Kotoko tersenyum malu “iya begitulah”

“baguslah, kalian berdua sekarang bisa lebih dekat lagi” kata ibu senang “dia sedikit aneh kan? Tolong kamu berteman dengannya ya.”

Kotoko tersenyum dan terus makan roti yang ada dikedua tangannya. Yuki datang membawa bukunya menemui kakaknya.

“onii-chan, aku sudah menyelesaikan PRku hari ini.”

“oh.. baguslah” jawab Naoki. Yuki duduk disofa ruang tamu dan membuka PRnya

“tapi ada 1 huruf kanji yang tidak bisa aku baca. Daripada aku bertanya padamu, mungkin aku akan bertanya pada kakak kotoko.”

Kotoko terkejut menatap Yuki.

“kotoko nee-san (nee = mbak/kakak perempuan), bisakah kau mengajariku membaca huruf kanji ini?” Tanya Yuki. Sebenarnya Yuki ngetest kecerdasan kotoko😛

“Tentu” jawab kotoko dalam hatinya kotoko berkata “dia hanya kelas 3 smp aku pasti bisa, kan”

Yuki mendekati kotoko dan memerlihatkan buku PRnya. Kotoko langsung melihat deretan huruf-huruf kanji matanya langsung terbelalak kaget. Kotoko tertawa grogi “Yuki-ku kau hebat ya. Diusiamu kau sudah belajar huruf kanji yang susah seperti itu. Ah yang mana yang kau tak bisa?”

“yang ini” kata yuki mnunjukkan huruf kanji itu.

“ini.. ini dibaca “ tanduk kelinci” jawab kotoko

Yuki berdiri dan tertawa “apa kau bodoh? Ini dibaca “selalu”. Sebagai murid sms kau bahkan tidak bisa membaca ini”

Naoki tertawa melihat ulah adiknya yang ngetest kotoko itu.

“hey Yuki, kenapa kau bicara seperti itu? Ayo minta maaf padanya” kata ibu

“ aku akan “selalu” membencimu “ucap yuki

“hey yuki!” seru bapak iri marah. Yuki pergi dengan mengejek kotoko.

“maaf dia berlebihan seperti itu”kata ibu iri

“tidak apa-apa, memang aku yang tidak bisa menjawab soalnya. “ sahut kotoko.

“tidak apa-apa, dia hanya tak terbiasa dengan gadis muda cantik jadi dia malu. Jangan kuatir tentang itu kotoko-chan” kata Bapak iri.

“hilangkan mood jelek ini. Ayo cek kamar barumu kotoko-chan. Aku sangat bersemangat menunjukkannya padamu” Ajak ibu iri mengajak kotoko pergi

“tada.. ini kamarmu” seru ibu irie semangat membukakan pintu sebuah kamar pada kotoko. Kamarnya semua berwarna pink pastel muda. Kotoko terkagum mengamati interior kamar barunya itu.

“apa kau suka? Aku tak yakin apa ini jadi berlebihan. Kau tau sendiri kami hanya ada anak laki-laki saja. Tapi aku selalu ingin anak perempuan, jadi aku sangat rindu melakukan ini”

“aku sangat gembira” ucap kotoko “sejak aku kehilangan ibu, aku tak punya hal seperti ini sebelumnya. Kau tau sendiri ayahku, dia selalu mengatakan klo pakaian hanya perlu bersih saja. Aku iri pada teman-temanku yang memakai dress. Ini seperti mimpi yang jadi nyata”

“aku juga bermimpi belanja, nonton film dan memilihkan baju untuk anak perempuan!mulai sekarang, ayo kita bersama kotoko-chan” ibu irie senang mendapatkan anak perempuan barunya.

“iya” kata kotoko senang. Mereka berdua tertawa gembira. Wah enak yak klo punya ibu mertua seperti ibu irie ini. Orangnya saying bgt.

Naoki datang membawa koper kotoko yang tadi masih dibawah. Ia menjatuhkan barang-barang itu agar keras membuat kedua wanita yang sedang gembira itu jadi terkejut dan menatapnya.

“ini sebelumnya kamar Yuki, karenamu meja anak-anak masuk kedalam kamarku” kata Naoki bersandar didinding kamar. “benar-benar membuat sempit”

“mood sedang bagus, jangan beri kami keluhan tidak berguna itu naoki!” seru ibunya.

Kotoko langsung menyadari kenapa Yuki tidak menyukainya, yaitu karena kamarnya dipakai kotoko.

“kotoko-chan kau jangan kuatirkan apapun ya. Anggap ini rumahmu ya?”

“iya”

“naoki bantu kotoko membereskan barang-barangnya. Aku aka persiapkan dinner. Malam ini kita akan makan hot pot! Kotoko apa kau suka hot pot? ”

“suki desu!”

“yokatta. Aku pergi dulu” seru senang ibu irie dan pergi meninggalkan keduanya dalam kamar.

Kotoko gelisah dan grogi ditinggal berdua. Naoki melirik kotoko yang terdiam saja “baiklah apa yang bisa aku bantu sekarang?” Tanya naoki mengambil koper yang tadi ditaruhnya.

“tidak usah, aku akan melakukannya sendiri” jawab kotoko menarik tas yang dibawa naoki dan brukkkk… semua yang ada didalam ta situ tercecer kelantai. Naoki melirik kotoko “baiklah.. tidak ada alas an kau mau menerima bantuanku kan?” naoki teringat kemarahan kotoko saat kejadian donasi itu.

Kotoko terdiam dan memberesi barangnya yang terjatuh. Mata naoki melihat sekilas surat yang pernah sempat diberikan padanya ada disana.

Naoki menghela nafas dan melangkah pergi “kau disini atau tidak, itu taka da hubungannya dengaku. ” naoki sampai didepan pintu berbalik “hanya saja jangan menghalangiku”

Yuki datang mengintip dari luar kamarnya dan mengejek kotoko. Yuki lalu kembali ke kamarnya dan membanting pintu kamar.

“tertimpa bintang jatuh adalah kejadian satu diantara sejuta. Aku tau jika seorang gadis SMA pindah ke dalam satu rumah bersama anak laki-laki yang menolaknya juga kejadian satu diantara berjuta orang. Apakah ini permulaan sesuatu yang special dan menakjubkan? Atau…..”

Keesokkan harinya kotoko duduk didepan cermin kamarnya. Ia selesai mengikat rambutnya jadi 2 ekor kuda. Ia bingung memilih hiasan rambut.

Setelah selesai berdandan ia berjalan keluar kamarnya melewati kamar Yuki dan Naoki.

Mereka makan pagi bersama. Disela-sela makan, naoki membaca Koran juga. Ibu hanya memberikan sarapan roti saja karena itu memang kebiasaan keluarga irie.

“Ai-chan, apa kau tidak masalah makan roti dipagi hari? Atau nasi saja”Tanya bapak irie.

“tidak apa-apa” jawab ayah

Kotoko makan rotinya dan melirik naoki yang sedang membaca Koran. “aku sarapan bersama Irie-kun itu.”

Kotoko terus menatap wajah Naoki. Saat Naoki mengambil minum, ia ikut mengambil minum dan ia kaget karena minumannya masih panas.. kotoko berteriak dan menumpahkan minumannya membuat semua menatapnya. “payah” gerutu yuki.

“kau tak boleh berkata seperti itu” kata ibu pada yuki.

Irie melipat Koran yang dibacanya “terima kasih untuk makan paginya”pamitnya

“apakah sudah saatnya berangkat?” Tanya ibu irie. Ia berbisik pada kotoko “kotoko-chan kenapa kau tak pergi bersamanya? Kau kan disekolah yang sama”

“iya’ jawab kotoko. Ia merobek rotinya dan memberikan sisanya pada ayahnya “ayah selesaikan ini. Terima kasih untuk sarapannya. Sampai jumpa lagi” kata kotoko

Kotoko mengejar naoki, ia berjalan dibelakang Naoki. Ia menjejeri langkah Naoki dan berjalan bersebelahan. Kotoko berjalan dengan tersenyum senang.

“hey…”

“ya?” jawab Kotoko masih senyum-senyum

“bisakah kau berjalan agak jauh dariku.” Kata naoki angkuh tanpa melihat kotoko.

“mengapa?”

“aku tak ingin berjalan dengan gadis penuh remah-remah.”

Kotoko terkejut, ia melihat dirinya sendiri dan memang badannya penuh remah-remah makanan. Kotoko langsung membersihkan bajunya itu. Ia berkaca dan setelah keadaannya bersih ia berlari mengejar naoki.

Naoki berbalik “setidaknya jaga jarak 2 meter”katanya. Kotoko langsung mundur untuk jaga jarak. “satu kali ini kau pelajari jalan menuju ke sekolah dengan mengikutiku. Jangan beritahu siapapun klo kita tinggal bersama. Jangan mengajakku bicara disekolah.” Kata naoki dengan angkuhnya membuat kotoko kesal “kau tak perlu sampai seperti itu!”

“aku tak ingin terlibat dalam rumor bodoh lagi.”

“apa maksudmu dengan bodoh?”

“aku benci gadis bodoh.” Kata naoki menatap kotoko lalu berbalik pergi.

Kotoko menatap punggung naoki dengan marahnya. “ini memalukannnnn… akku tak percaya aku jatuh cinta padanya di pandangan pertama dan mencintainya selama 2 tahun. Aku akan membuatnya berbalik.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s