Makalah Budi Pekerti kelas XII-Pelestarian Lingkungan Alam Berkelanjutan


KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan rahmat kepada saya sehingga saya mampu menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “Pelestarian Lingkungan Alam Berkelanjutan “dengan tepat pada waktunya.
Karya ilmiah ini terselesaikan tepat pada waktunya karena berkat bantuan beberapa pihak oleh karena itu dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada pihak yang telah membantu saya. Bagaimana pun hasilnya masih sangat sederhana, untuk itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.
Saya selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang membaca karya tulis ini. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat.
Om Santih, Santih, Santih Om

Temukus, 5 Desember 2012
Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar isi ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan masalah 2
1.3 Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian sumber daya alam 3
2.2 Klasifikasi sumber daya alam 3
2.3 Permasalahan sumber daya alam hayati 5
2.4 Pelestarian lingkungan sumber daya alam hayati 5
BAB III
3.1 Kesimpulan 8
3.2 Saran 8
Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kita telah menyadari bahwa manusia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan. Kehidupan manusia tergantung pada kelestarian lingkungan. Sebaliknya kelestarian lingkungan tergantung kepada kegiatan manusia.
Untuk mencegah kerusakan lingkungan kita dapat melakukan upaya secara administratif, teknilogis, maupun edukatif. Secara administrative diperlukan langkah-langkah yang tepat dengan adanya peraturan perundang-undangan dari pemerintah agar tidak merusak lingkungan karena adanya hukuman yang berat terhadap perusak lingkungan. Secara tenologis diperlukannya teknologi untuk mencegah rusaknya lingkungan terutama yang di lakukan oleh limbah pabrik, jadi diperlukan mesin pengolah industry. Secara edukatif diperlukan pendidikan kepada masyarakat lewat penyuluhan tentang kebersihan lingkungan , seperti jangan membuang sampah sembarangan apalagi membuang sampah ke sungai atau ke selokan dan diberikannya pendidikan biologi. Dengan pendidikan diharapkan masyarakat memiliki etika lingkungan.
Meskipun lingkungan bersifat mendukung atau menyokong kehidupan makhluk hidup, namun perlu diingat bahwa tidak semua lingkungan di muka bumi ini memiliki keadaan yang ideal untuk kehidupan makhluk hidup. Dalam hal ini, makhluk hidup yang bersangkutan harus dapat beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya. Sebagai contoh, manusia yang hidup di daerah dingin seperti di kutub harus mengenakan pakaian yang tebal agar dapat bertahan di hawa dingin; hewan onta mempunyai kemampuan tidak minum selama berhari-hari, hal ini disesuaikan dengan kondisi lingkungan hidup onta, yaitu di padang pasir yang sulit menemukan air; beberapa jenis tumbuhan menggugurkan daunnya saat musim kemarau agar dapat mengurangi penguapan, sehingga pohon tersebut tidak mati karena kekurangan air.
Hal-hal tersebut merupakan bentuk adaptasi makhluk hidup terhadap kondisi lingkungan yang beragam di muka bumi. Khusus bagi manusia, adaptasi yang dilakukan terhadap lingkungannya akan menghasilkan berbagai bentuk hasil interaksi yang disebut dengan budaya. Budaya-budaya tersebut, antara lain, berupa bentuk rumah, model pakaian, pola mata pencaharian, dan pola kehidupan hariannya.
Dengan kemampuan yang dimilikinya, manusia tidak hanya dapat menyesuaikan diri. Akan tetapi, manusia juga dapat memanfaatkan potensi lingkungan untuk lebih mengembangkan kualitas kehidupannya.

1.2 Rumusan masalah
1.2.1 Apakah pengertian sumber daya alam ?
1.2.2 Bagaimana klisifikasi sumber daya alam ?
1.2.3 Apa saja permasalahan sumber daya alam hayati ?
1.2.4 Bagaimana cara pelestarian lingkungan hidup sumber daya alam hayati ?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui apa itu sumber daya alam
1.3.2 Untuk mengetahui klasifikasi sumber daya alam
1.3.3 Untuk mengetahui permasalahan hayati yang ada
1.3.4 Untuk mengetahui cara pelestarian lingkungan hidup sumber daya alam hayati

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian sumber daya alam
Sumber Daya Alam (SDA) adalah semua kekayaan alam baik benda mati maupun makhluk hidup yang ada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brazil, Kongo, Sierra Leone, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah.

2.2 Klasifikasi sumber daya alam
2.2.1 Sumber daya alam berdasarkan sifatnya, dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Sumber daya alam fisik (sumber daya alam abiotik) adalah sumber daya alam yang terdiri dari benda-benda mati. Contohnya : batu, pasir, batu bara, nikel, bijih besi dan barang tambang lainnya.
b. Sumber daya alam hayati (sumber daya alam biotik) adalah sumber daya alam yang terdiri dari makhluk hidup. Contohnya : hutan, rumput, tanaman perkebunan dan pertanian.
2.2.2 Sumber daya alam macam habitat atau substratnya, dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Sumber daya alam terestris (daratan) adalah sumber daya alam yang terdapat di daratan. Contohnya : tanah, hutan dan bahan galian
b. Sumber daya alam akuatik (perairan) adalah sumber daya alam yang terdapat di perairan. Contohnya : ikan, rumput laut dan kerang.
2.2.3 Sumber daya alam berdasarkan kemungkinan pemulihan, dibagi menjadi 3, yaitu:
a. Sumber daya alam yang terpulihkan atau yang dapat diperbaruhi adalah sumber daya alam yang dapat dikembalikan persediannya dan dapat diperbaruhi dalam waktu yang relatif mudah dan biasa dikembangkan melalui budi daya. Sumber daya alam ini terdiri atas sumber daya alam hayati. Contohnya : tumbuhan, hewan , dan bahan sintetik.
b. Sumber daya alam yang tak terpulihkanatau yang tidak dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan sama sekali dikarenakan pembentukkannya sangat lambat bila dibandingkan dengan umur manusia serta jumlah sumber daya alam ini relatif statis. Contohnya : bahan mineral, batu bara, minyak bumi, gas alam.
c. Sumber daya alam yang takkan habis adalah sumber daya alam yang tersedia sepanjang masa. Contohnya : energy matahari, energy pasang surut, udara dan air dalam siklus hidrologi.
2.2.4 Sumber daya alam berrdasarkan macamnya :
a. Menurut Djojohadikusuma (1976):
1. Sumber daya tanah dan air
2. Sumber daya tanaman dan pepohonan
3. Sumber daya akuatik, termasuk perikanan darat dan laut
4. Sumber daya mineral dan energy , termasuk matahari dan pasang surut.
b. Menurut Katili (1972) :
1. Sumber daya tanah
2. Sumber daya air
3. Sumber daya lautan
4. Sumber daya mineral
2.2.5 Sumber daya alam berdasarkan pemanfaatannya, dibagi menjadi 4 yaitu :
a. Sumber daya alam materi, adalah sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk benda , misalnya kapas, kayu, kaca, dan logam.
b. Sumber daya alam hayati, adalah sumber daya alam yang berupa makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan.
c. Sumber daya ruang
d. Sumber daya waktu

2.3 Permasalahan sumber daya alam hayati
Meskipun sumber daya alam hayati tergolong sumber daya alam yang dapat diperbarui, namun jika pemanfaatannya kurang bijaksana, akan terjadi kepunahan. Oleh karena itu jumlah yang dimanfaatkan tidak boleh melebihi jumlah individu baru yang dihasilkan.
a. Sumber Daya Alam Hayati Semakin Langka
Saat ini para pakar berusaha mengembangkan Sumber Daya Alam Hayati (SDAH) dengan cara menyeleksi SDAH yang memiliki produktivitas tinggi dan bermutu tinggi (bibit unggul). Bibit unggul tersebut kemudian dibudidayakan.
Sedangkan SDAH yang tidak sesuai (bukan merupakan bibit unggul) akan diabaikan bahkan dimusnahkan. SDAH tersebut menjadi langka, jika masih diabaikan terus SDAH tersebut akan punah.
b. Keanekaragaman Sumber Daya Alam Hayati Menurun
Akibat lain dari pembudidayaan adalah menurunnya keanekaragaman SDAH. Contoh: penggunaan insektisida dalam pertanian bukan hanya menyebabkan matinya hama tetapi juga makhluk-makhluk hidup yang berada pada lingkungan tersebut.
Keanekaragaman sumber daya alam hayati yang rendah akan mengakibatkan tidak mantapnya ekosistem.

2.4 Pelestarian lingkungan hidup sumber daya alam hayati
Mengingat pentingya sumber daya alan hayati bagi manusia dan generasi yang akan datang maka perlu dilakukan upaya untuk melestarikannya. Upaya melestarikannya itu disebut dengan konservasi, yamg meliputi :
a. Mencegah ladang berpindah dan melatih penduduk agar tetap dapat bertempat tinggal secara menetap
b. Mengatur, mengawasi, dan mengendalikan penebangan hutan
c. Mencegah terjadinya kebakaran hutan, penebangan liar, dan ilegaloging
d. Melakukan penghijauan dan reboisasi
e. Mengadakan reservasi hutan. Reservasi hutan adalahmembiarkan dan tidak boleh mengganggu kelestarian flora dan fauna yang ad di dalamnya, dengan menjadikan kawasan hutan sebagai cagar alam dan suaka margasatwa
f. Mengadakan preservasi hutan. Preservasi adalah melestarikan hutan dengan tujuan untuk diambil manfaatnya guna kesejahteraan manusia
g. Pelestarian In Situ, adalah melakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya
h. Pelestarian Ex Situ, adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan di luar habitat aslinya
i. Penangkapan ikan di laut, atau hewan-hewan laut lainnya yang diperlukan hendaknya dilakukan tidak secara terus-menerus dalam setahun , melainkan dilakukan secara musiman
j. Untuk menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan yang digunakan sebagai bahan makanan, maka diperlukan upaya penganeka ragaman makanan.
Flora dan fauna adalah kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan sangat berguna bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya di bumi. Untuk melindungi binatang dan tanaman yang dirasa perlu dilindungi dari kerusakan maupun kepunahan, dapat dilakukan beberapa macam upaya manusia dengan Undang-Undang, yaitu seperti :
1. Suaka Margasatwa
Suaka margasatwa adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hewan/binatang yang hampir punah. Contoh : harimau, komodo, tapir, orangutan, dan lain sebagainya.
2. Cagar Alam
Pengertian/definisi cagar alam adalah suatu tempat yang dilindungi baik dari segi tanaman maupun binatang yang hidup di dalamnya yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan di masa kini dan masa mendatang. Contoh : cagar alam ujung kulon, cagar alam way kambas, dan lain sebagainya.
3. Perlindungan Hutan
Perlindungan hutan adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hutan agar tetap terjaga dari kerusakan. Contoh : hutan lindung, hutan wisata, hutan buru, dan lain sebagainya.
4. Taman Nasional
Taman nasional adalah perlindungan yang diberikan kepada suatu daerah yang luas yang meliputi sarana dan prasarana pariwisata di dalamnya. Taman nasional lorentz, taman nasional komodo, taman nasional gunung leuser, dan lain-lain.
5. Taman Laut
Taman laut adalah suatu laut yang dilindungi oleh undang-undang sebagai teknik upaya untuk melindungi kelestariannya dengan bentuk cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata, dsb. Contoh : Taman laut bunaken, taman laut taka bonerate, taman laut selat pantar, taman laut togean, dan banyak lagi contoh lainnya.
6. Kebun Binatang / Kebun Raya
Kebun raya atau kebun binatang yaitu adalah suatu perlindungan lokasi yang dijadikan sebagai tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan atau fauna yang masih hidup.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kehidupan manusia tergantung pada kelestarian lingkungan. Untuk mencegah kerusakan lingkungan kita dapat melakukan upaya secara administratif, teknilogis, maupun edukatif. Sumber Daya Alam (SDA) adalah semua kekayaan alam baik benda mati maupun makhluk hidup yang ada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Sumber daya alam berdasarkan sifatnya, dibagi menjadi 2 yaitu : Sumber daya alam fisik dan Sumber daya alam hayati. Sumber daya alam macam habitat atau substratnya, dibagi menjadi 2 yaitu : Sumber daya alam terestris (daratan) dan Sumber daya alam akuatik (perairan). Sumber daya alam berdasarkan kemungkinan pemulihan, dibagi menjadi 3, yaitu: Sumber daya alam yang terpulihkan atau yang dapat diperbaruhi, Sumber daya alam yang tak terpulihkan atau yang tidak dapat diperbarui dan Sumber daya alam yang takkan habis. Sumber daya alam berrdasarkan macamnya ada menurut Djojohadikusuma dan menurut Katili. Sumber daya alam berdasarkan pemanfaatannya, dibagi menjadi 4 yaitu : Sumber daya alam materi, Sumber daya alam hayati, Sumber daya ruang dan Sumber daya waktu.
Permasalahan sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam hayati semakin langka dan keanekaragaman sumber daya alam hayati semaki menurun. Mengingat pentingya sumber daya alan hayati bagi manusia dan generasi yang akan datang maka perlu dilakukan upaya untuk melestarikannya degan cara konservasi. Untuk melindungi binatang dan tanaman yang dirasa perlu dilindungi dari kerusakan maupun kepunahan, dapat dilakukan beberapa macam upaya manusia dengan Undang-Undang.
3.2 Saran
Kita sebagai manusia harus menggunakn sumber daya alam secara efektif dan efisien dan juga harus melestarikan sumber daya alam untuk generasi sekarang dan yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

————.(2007) Pedoman Budi Pekerti Untuk Siswa SMA, Jakarta
Negoro,Suryo.2008.Budi Pekerti.12 oktober 2011.Mataram:http://jagadkejawen.com/id/budi-pekerti/budi-pekerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s