Makalah Nawa Natya dan Panca Stiti Dharmaning Prabhu


MAKALAH AGAMA HINDU:

KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,

Kami panjatkan puja dan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi karena atas rahmat beliau kami dapat menyusun makalah ini yang berjudul” Nawa Natya dan Panca Stiti Dharmaning Prabhu.
Kami menyadari isi makalah ini masih ada kekurangannya. Untuk itu kritik dan saran kami harapkan dari para pembaca demi penyempurnaan makalah ini kedepan.
Semoga makalah ini ada manfaatnya dalam upaya memahami , mempelajari, dan mengimplementasikan ajaran agama.

Om Santih,Santih,Santih Om

Seririt,24 September 2011
Penulis

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Dalam makalah ini akan diuraikan mengenai Nawa Natya dan Panca Stiti Dharmaning Prabhu yang berkaitan dengan kepemimpinan. Pemimpin itu harus memiliki suatu sikap yang bijak diumpamakan seperti bibit bunga yang akan di tanam di sebuah taman. Maka kita harus memilih bunga yang berbau harum , warnanya yang indah ,dan tidak cepat layu serta memiliki manfaat. Makalah ini dibuat aga kita dapat memilih pemimpin yang tepat berdasarkan ajaran agama dan aturan hukum yang ada. Dan untuk melengkapi tugas yang di berikan oleh guru.

1.2 Rumusan masalah

1.2.1 Apakah pengertian Nawa Natya
1.2.2 Apa bagian-bagian dari Nawa Natya
1.2.3 Apakah pengertian Panca Stiti Dharmaning Prabhu
1.2.4 Apa bagian-bagian dari Panca Stiti Dharmaning Prabhu

1.3 Tujuan

1.3.1 Untuk mengetahui pengertian Nawa Natya
1.3.2 Untuk mengetahui bagian-bagian dari Nawa Natya
1.3.3 Untuk mengetahui pengertian Panca Stiti Dharmaning Prabhu
1.3.4 Untuk mengetahui bagian-bagian dari Panca Stiti Dharmaning Prabhu

BAB II
ISI

2.1 Pengertian Nawa Natya

Nawa Natya adalah sembilan sifat dan sikap teguh serta bersusila yang harus dimiliki oleh para pemimpin dan para pembantunya, guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bangsa dan Negara yang dipimpinnya .

Merupakan sesuatu yang sulit untuk menjadi pemimpin yang ideal, mengingat secara alami seorang pribadi manusia dilahirkan dengan kekurang sempurnaan. Hanya Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang maha sempurna. Namun, demikian adalah menjadi kewajiban manusia untuk menyempurnakan pribadinya atas tuntutan Sang Pencipta.

2.2 Bagian-bagian dari Nawa Natya

1. Pradnya Nidagda yaitu pemimpin hendaknya harus bijaksana dan mahir dalam berbagai ilmu sehingga dengan demikian akan menjadi orang yang bijaksana serta teguh dalam pendiriannya.

2. Wira Sarwa Yudha yaitu pemimpin hendaknya harus pemberani, pantang menyerah dalam segala peperangan maupun tantangan
3. Pramartha yaitu pemimpin hendaknya harus memiliki sifat yang mulia dan luhur

4. Dhirotsaha yaitu pemimpin hendaknya harus memiliki sifat yang tekun dan ulet dalam mensukseskan setiap pekerjaan

5. Pragivakya yaitu pemimpin hendaknya harus pandai berbicara di depan umum maupun berdiplomasi

6. Sama Upaya yaitu pemimpin hendaknya harus selalu setia pada janji yang pernah diucapkan

7. Laghawangartha yaitu pemimpin hendaknya harus tidak bersifat pamrih atau loba terhadap harta benda

8. Wruh Ring Sarwa Bastra yaitu pemimpin hendaknya harus pintar dan bijaksana dalam mengatasi segala kerusuhan yang terjadi

9. Wiweka yaitu pemimpin hendaknya harus dapat membeda-bedakan mana yang benar dan yang baik

2.3 Pengertian Panca Stiti Dharmaning Prabhu
Ajaran ini yang merupakan warisan dari leluhur kita sebenarnya merupakan bagian dari ajaran Panca Sthiti Dharmaning Prabhu (Lima kewajiban sang Pemimpin) dirumuskan oleh Raja Harjuna Sasrabahu, yang terdiri dari :

2.4 Bagian-bagian dari Panca Stiti Dharmaning Prabhu
1.Tut Wuri Handayani
Maksudnya seorang pemimpin senantiasa memberikan dorongan, motivasi dan kesempatan bagi para Generasi Mudanya atau anggotanya untuk melangkah ke depan tanpa ragu-ragu.
2.Ing Madya Mangun Karsa
Maksudnya seorang pemimpin di tengah-tengah masyarakatnya senantiasa berkonsolidasi memberikan bimbingan dan mengambil keputusan dengan musyawarah dan mufakat yang mengutamakan kepentingan masyarakat.
3.Ing Ngarsa Sung Tulada
Maksudnya seorang pemimpin sebagai seorang yang terdepan dan terpandang senantiasa memberikan panutan-panutan yang baik sehingga dapat dijadikan suri tauladan bagi masyarakatnya.
4.Sakti Tanpa Aji
Maksudnya seorang pemimpin tidaklah selalu menggunakan kekuatan atau kekuasaan di dalam mengalahkan musuh-musuh atau saingan politiknya. Namun berusaha menggunakan pendekatan pikiran (Viveka), lobiing, sehingga dapat menyadarkan dan disegani pesaing-pesaingnya.
5.Maju Tanpa Bala
Maksudnya pemimpin sebagai seorang ksatria senantiasa berada terdepan dalam mengorbankan tenaga, waktu, materi, pikiran, bahkan jiwanya sekalipun untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup masyarakat.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pengertian Nawa Natya adalah sifat dan sikap teguh serta bersusila yang harus dimiliki oleh para pemimpin dan para pembantunya, guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bangsa dan Negara yang dipimpinnya . Bagian-bagiannya meliputi: Pradnya Nidagda, Wira Sarwa Yudha, Pramartha, Dhirotsaha, Pragivakya, Sama Upaya, Laghawangartha, Wruh Ring Sarwa Bastra, Wiweka.
Pengertian Panca Stiti Dharmaning Prabhu adalah lima kewajiban sang pemimpin .Bagian-bagiannya meliputi : Tut Wuri Handayani, Ing Madya Mangun Karsa, Ing Ngarsa Sung Tulada, Sakti Tanpa Aji, Maju Tanpa Bala.

3.2 Saran

Dengan dibuatnya makalah ini agar dapat bermanfaat bagi pembaca untuk dapat lebih memahami tentang Nawa Natya dan Panca Stiti Dharmaning Prabhu . Dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s